Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Aku Adalah Kebodohan Itu Sendiri


Apakah aku pantas?
Nggak. Jangan pernah tanyakan itu.
Nyatanya aku memang tidak pernah pantas.
Aku adalah bentuk kebodohan manusia
yang tak peka dan gemar melukai kala terlena.

Aku adalah batu yang keras,
tak terbendung, dan mustahil dikendalikan.
Aku lahir di atas keabstrakan tanpa aturan.
Kadang aku bisa patuh,
tapi sering kali aku cuma bajingan yang tak bisa diatur.

Aku tak lebih dari manusia durjana dan durhaka.
Melakukan konfrontasi langsung pada Tuhan
yang padahal tahu segalanya—
tanpa peduli apa pun. Peduli setan.

Aku memilih berprinsip pada beberapa hal,
tapi nyatanya, aku cuma memilih dosa yang kukecam sendiri.
Manusia bodoh yang sibuk dengan dunianya
sampai lupa pada sekelilingnya.

Malam ini kuhentakkan rasa itu dalam tulisan.
Memukul diriku sendiri tanpa karuan.
Ini cuma bentuk pelarian
setelah aku meremukkan diriku sendiri tanpa ada yang peduli.
Aku menanggung setiap apa yang kulakukan. Ya, kan?

Kesadaranku malam ini cuma tersisa sedikit:
tidak merusak barang orang, tidak menyakiti orang lain,
dan menjaga kendaraan yang kupakai untuk kerja.
Aku bahkan tidak bisa lagi menangis karena dosa.
Tak ada empati untuk manusia yang kesulitan.
Aku makhluk individualistis yang lebih suka menerima daripada memberi.

Aku manusia yang terbuai mimpi dan kemalasan.
Ah, sial. Aku terlalu bodoh untuk berharap.
Nggak, aku nggak kegores kok.
Aku memang pantas dapat begini.
Ini semua cuma akibat dari kemalasanku menumpuk kerjaan.
Tolol. Bodoh. Durjana. Pemalas.

Mati aja.
Hari ini buruk dan aku tidak layak jadi manusia.
Aku bukan manusia, aku sama seperti setan.
Bahkan lebih buruk.

Nggak pantas nama Zahid dan Muhammad ada dalam diriku.
Hapus aku

Post a Comment

0 Comments